Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Soal Halogen Dan Pembahasannya


Soal Halogen Dan Pembahasannya

Sebutkan Fungsi halogen lampu! (soal Ujian Sekolah) tolong dijawab

Daftar Isi

1. Sebutkan Fungsi halogen lampu! (soal Ujian Sekolah) tolong dijawab


untuk membalik reaksi kimia penguapan wolfram dari filamentkelas : VIII
pelajaran : IPA
kategori : pengubah besaran listrik dan sensor
kata kunci : lampu halogen, fungsi

pembahasan:
fungsi halogen dalam lampu adalah:
1) menambah umur dari bola lampu
2) mencegah penggelapan kaca sampul depan sehingga bola lampu bersih dan keluaran cahaya tetap konstan.

2. halogen dapat membentuk senyawa antar halogen. pada senyawa antar halogen tersebut, unsur apakah yang hanya dapat membentuk bilangan oksidasi -1? Jelaskan.


Jawaban:

Halogen dapat membentuk senyawa antar halogen diantaranya yaitu : F₂, Cl₂, Br₂, I₂

Pada senyawa antar halogen tersebut unsur yang hanya memiliki bilangan oksidasi -1 adalah F.

Penjelasan:

Sifat kimia Unsur Halogen

Kereaktifan halogen dipengaruhi oleh keelektronegatifannya. Semakin tinggi keelektronegatifan maka semakin reaktif unsur halogen karena semakin mudah menarik elektron.Halogen merupakan pengoksidasi kuat. Sifat oksidator dari atas kebawah semakin lemah, sehingga halogen-halogen dapat mengoksidasi ion halida di bawahnya. Sedangkan sifat reduktor ion halida makin ke bawah semakin kuat.Unsur halogen selalu dalam bentuk molekul diatomik yang sangat reaktif terhadap unsur logam maupun nonlogam.

_____________#BelajarBersamaBrainly___________________  

Tetap semangat ya dalam belajar. Semoga jawaban ini bisa membantu. Untuk lebih memahami materi silahkan untuk mempelajari link dibawah ini

https://brainly.co.id/tugas/3645763

3. Halogen dapat membentuk senyawa antar halogen pada senyawa antar halogen tersebut, unsur apakah yang hanya dapat membentuk bilangan oksidasi -1 ? Jelaskan!


Jawaban:

Unsur F

Penjelasan:

Karena jumlah elektronnya kurang dari 8


4. Mengapa halogen dapat mendesak halida di bawahnya padahal halogen merupakan oksidator?


Halogen/ golongan VIIA

F, CI, Br, I

Sifat dari atas ke bawah

Semakin mudah mengalami oksidasi

Semakin besifat Reduktor

Sifat oksidator F > Cl > Br > I


Maka

F dapat mendesak Cl, Br dan I

Cl dapat mendesak Br dan I

Br hanya dapat mendesak I


5. apa pengertian halogen


Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan 7 (VII atau VIIA pada sistem lama) di tabel periodik. Kelompok ini terdiri dari: fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I), astatin (At), dan unsur ununseptium (Uus) yang belum ditemukan.

6. Asam oksihalogen terjadi hanya pada halogen yang memiliki bilangan oksidasi positif dan dapat terjadi dari reaksi oksidasi halogen dengan air. Berilah contoh reaksi oksidasi halogen dengan air!


Kelas: XI
Mata Pelajaran: Kimia 
Materi: Asam dan Basa 
Kata Kunci: Asam oksihalogen

                                      

Jawaban pendek:

 

Asam oksihalogen terjadi hanya pada halogen yang memiliki bilangan oksidasi positif dan dapat terjadi dari reaksi oksidasi halogen dengan air.

 

Contoh reaksi oksidasi halogen dengan air adalah pada penambahan klorin (Cl₂) ke dalam air yang menghasilkan asam hidroklorida (HCl) dan asam hipoklorida (HOCl):

 

Cl₂ + H₂O ⇌ HClO + HCl

 

Bilangan oksidasi Cl pada asam hipoklorida (HOCl) adalah:

 

Biloks Cl +Biloks O + Biloks H = 0

 

Biloks Cl + (-2) + 1 = 0

 

Biloks Cl = +1 (positif)

 

Jawaban panjang:

 

Asam oksihalogen adalah asam yang mengandung oksigen (unsur O) dan halogen (Unsur golongan VIIA, yaitu fluorin (F), klorin (Cl), bromin (Br), yodium (I), dan astatine(At))

 

Fluorin memiliki ukuran ukuran atomnya yang sangat kecil dan elektronegativitas tinggi. Oleh karena itu, hanya terbentuk satu asam oksihalogen, HOF yang dikenal sebagai asam fluorik (I) atau asam hipoflorous.

 

Unsur-unsur lain dari golongan halogen dapat membentuk beberapa asam oksihalogen. Namun, asam oksihalogen ini tidak dapat diisolasi dalam keadaan murni, karena hanya stabil dalam larutan atau dalam bentuk garam. Halogen umumnya membentuk empat seri asam oksihalogen yaitu asam hipohalous (bilangan oksidasi +1), asam halous (bilangan oksidasi +3), asam halik (bilangan oksidasi +5) dan asam perhalik (bilangan oksidasi +7).

 

Klorin membentuk empat jenis asam oksihalogen, yaitu HOCl (asam hipoklorida), HOClO (asam klorat), HOClO₂ (asam klorat) dan terakhir HOClO₃ (asam perklorik).

 

Bromin membentuk HOBr (asam hipobromous), HOBrO₂ (asam bromat) dan HOBrO₃ (asam perbromat).

 

Iodin membentuk HOI (asam hipoiodous), HOIO₂ (asam iodik) dan HOIO₃ (asam per-iodik).

 

Astatit bersifat radioaktif dan tidak stabil dan umumnya tidak membentuk asam oksihalogen.


7. soal kimia no 2. bagaimana hubungan antara jari-jari atom,afinitas elektron dan kereaktifan halogen?


dalam satu golongan halogen (F,Cl,Br,I,At) semakin keatas maka jari jari semakin kecil F<Cl<Br<I<At
sedangkan afinitas elektron semakin keatas semakin besar F>Cl>Br>I>At
dan kereaktifan sama seperti afinitas yakni semakin keatas semakin besar F>Cl>Br>I>At

8. Senyawa yang penting dalam halogen !! Reaksi sederhana halogen!!


jenis senyawa yang terbentuk adalah sebagain besar senyawa kovalen. 
contoh reaksi halogen yang senyawanya banyak ditemukan adalah hydrogen halida atau asam halida. reaksinya : H2(g) + X2(g) = 2HX(g) 

9. mengapa halogen dapat diterapkan ke kehidupan sehari hari? padahal halogen bersifat racun


halogen tidak beracun ketika berikatan dengan senyawa lain

10. dimana letak halogen dalam sistem periodik, mengapa disebut halogen


Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan 7 (VII atau VIIA pada sistem lama) di tabel periodik. Kelompok ini terdiri dari fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I), astatin (At), dan tenesin (Ts). Halogen menandakan unsur-unsur yang menghasilkan garam jika bereaksi dengan logam. Istilah ini berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18 yang diadaptasi dari bahasa Yunani. Halogen juga merupakan golongan dengan keelektronegatifan tertinggi, jadi ia juga merupakan golongan paling nonlogam.

Ahli kimia Swedia Baron Jöns Jakob Berzeliusmengistilahkan "halogen" yang dibentuk dari kata-kata Yunani ἅλς (háls), "garam" atau "laut", dan γεν- (gen-), dari γίγνομαι (gígnomai), "membentuk" sehingga berarti "unsur yang membentuk garam". Halogen akan membentuk garam jika direaksikan dengan logam.

Unsur-unsur halogen secara alamiah berbentuk molekul dwiatom (misalnya Cl2). Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk mengisi orbit elektronterluarnya, sehingga cenderung membentuk ion negatif bermuatan satu. Ion negatif ini disebut ion halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.

Lampu halogen adalah lampu pijar berisi gas mulia yang dicampur dengan sedikit gas unsur halogen.


11. Unsur Halogen adalah unsur yang sangat reaktif sehingga halogen ditemukan di alam dalam bentuk senyawanya, yakni:..........


1. Bentuk Garam

Garam dapat dibentuk dari:

a.       Halogen + unsur logam garam

b.      Contoh :

Br2 + 2 Na (s) à 2 NaBr (s)

3 Cl2 + 2 Fe (s) à 2 FeCl3(l)

c.       Asam halida + basa Garam Halida + air

Contoh :

HCl + NaOH à NaCl + H2O

HBr + NaOH à NaBr + H2O

2.      2. Bentuk Asam

a.       Asam Halida (HX)

Terbentuk dari halogen yang bereaksi dengan hydrogen membentuk hidrogen halida.

                              H2 + X2 à 2 HX

Contoh :

H2 + Cl2 à 2 HCl                         

H2 + I2 à 2 HI

Fluorin dan klorin bereaksi dengan cepat disertai ledakan, tetapi bromine dan iodine bereaksi dengan lambat.

Maaf kalau salah.
Semoga membantu.

12. soal kimia no 2. bagaimana hubungan antara jari-jari atom,afinitas elektron dan kereaktifan halogen?


Hubungan jari-jari atom, afinitas elektron, dan kereaktifan unsur halogen (golongan VIIA) adalah

1. Jari-jari atom dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin besar

2. Afinitas elektron dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin kecil

3. Kereaktifan dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin kecil


Pembahasan

Sifat-sifat unsur bergantung pada konfigurasi elektron dari unsur. Jika unsur dalam satu golongan, maka akan memiliki elektron valensi yang sama. Sedangkan unsur yang berada dalam satu periode, maka akan memiliki jumlah kulit yang sama.

Unsur halogen merupakan golongan VIIA dalam sistem periodik unsur yaitu F, Cl, Br dan I. Unsur halogen membentuk kestabilan (oktet/8) dengan cara menerima satu elektron. Unsur-unsur halogen tidak ditemukan dalam keadaan bebas di alam tetapi dalam bentuk molekul diatomik. Pada suhu kamar wujud halogen flourin dan klorin berwujud gas, bromin berwujud cair dan iodin berwujud gas.


Jari-jari atom

Jari-jari atom adalah jarak paling pendek antara dua inti atom dalam bentuk padatan. Kecenderungan jari-jari atom dalam satu golongan (dari atas ke bawah) adalah dengan semakin bertambahnya nomor atom, maka jari-jari atom akan semakin besar. Hal ini karena semakin banyak jumlah kulit atom dari atas ke bawah.

Kecenderungan jari-jari atom dalam satu periode (dari kiri ke kanan) adalah dengan semakin bertambahnya nomor atom, maka jari-jari atom akan semakin kecil. Hal ini karena dari kiri ke kanan jumlah elektron valensi akan semakin besar, sedangkan jumlah kulit sama. Semakin bertambahnya elektron valensi mengakibatkan ikatan yang terjadi antara elektron valensi dengan inti menjadi semakin kuat, sehingga terjadilah pengecilan ukuran volume atom.


Afinitas elektron

Afinitas elektron adalah energi yang yang dilepaskan ketika suatu atom menerima elektron. Kecenderungan afinitas elektron dalam satu golongan (dari atas ke bawah) adalah dengan semakin bertambahnya nomor atom, maka afinitas elektron akan semakin kecil. Hal ini karena semakin besar jari-jari atom dari atas ke bawah. Sehingga atom akan semakin mudah untuk menerima elektron.

Kecenderungan afinitas elektron jika dalam satu periode (dari kiri ke kanan) adalah dengan semakin bertambahnya nomor atom, maka afinitas elektron akan semakin besar. Hal ini karena dari kiri ke kanan jari-jari atom semakin kecil dari kiri ke kanan sehingga atom semakin sulit untuk menerima elektron.


Kereaktifan

Kereaktifan elektron dari atas ke bawah semakin berkurang, hal ini karena jari-jari atom dari atas ke bawah semakin besar sehingga gaya tarik inti atom dengan elektron terluar akan semkain lemah. Kereaktifan juga berbanding terbalik dengan nilai afinitas elektron. Dari atas ke bawah (satu golongan) afinitas elektron halogen semakin kecil, maka kereaktifan halogen semakin berkurang.


Pelajari lebih lanjut

1. Materi tentang mineral brainly.co.id/tugas/3454551

2. Materi tentang unsur brainly.co.id/tugas/946146

3. Materi tentang kelimpahan unsur brainly.co.id/tugas/1205215

4. Materi tentang mineral di alam brainly.co.id/tugas/18508425


-----------------------------------------------------------------------

Mapel : Kimia

Bab : Kimia unsur

Kelas : XII

Semester : 1

Kode : 12. 7. 3

Kata kunci : halogen, golongan VIIA, jari-jari atom, afinitas elektron, kereaktifan



13. soal kimia no 2. bagaimana hubungan antara jari-jari atom,afinitas elektron dan kereaktifan halogen?


Hubungan jari-jari atom, afinitas elektron, dan kereaktifan unsur halogen (golongan VIIA) adalah

1. Jari-jari atom dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin besar

2. Afinitas elektron dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin kecil

3. Kereaktifan dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin kecil


Pembahasan

Sifat-sifat unsur bergantung pada konfigurasi elektron dari unsur. Jika unsur dalam satu golongan, maka akan memiliki elektron valensi yang sama. Sedangkan unsur yang berada dalam satu periode, maka akan memiliki jumlah kulit yang sama.

Unsur halogen merupakan golongan VIIA dalam sistem periodik unsur yaitu F, Cl, Br dan I. Unsur halogen membentuk kestabilan (oktet/8) dengan cara menerima satu elektron. Unsur-unsur halogen tidak ditemukan dalam keadaan bebas di alam tetapi dalam bentuk molekul diatomik. Pada suhu kamar wujud halogen flourin dan klorin berwujud gas, bromin berwujud cair dan iodin berwujud gas.


Jari-jari atom

Jari-jari atom adalah jarak paling pendek antara dua inti atom dalam bentuk padatan. Kecenderungan jari-jari atom dalam satu golongan (dari atas ke bawah) adalah dengan semakin bertambahnya nomor atom, maka jari-jari atom akan semakin besar. Hal ini karena semakin banyak jumlah kulit atom dari atas ke bawah.

Kecenderungan jari-jari atom dalam satu periode (dari kiri ke kanan) adalah dengan semakin bertambahnya nomor atom, maka jari-jari atom akan semakin kecil. Hal ini karena dari kiri ke kanan jumlah elektron valensi akan semakin besar, sedangkan jumlah kulit sama. Semakin bertambahnya elektron valensi mengakibatkan ikatan yang terjadi antara elektron valensi dengan inti menjadi semakin kuat, sehingga terjadilah pengecilan ukuran volume atom.


Afinitas elektron

Afinitas elektron adalah energi yang yang dilepaskan ketika suatu atom menerima elektron. Kecenderungan afinitas elektron dalam satu golongan (dari atas ke bawah) adalah dengan semakin bertambahnya nomor atom, maka afinitas elektron akan semakin kecil. Hal ini karena semakin besar jari-jari atom dari atas ke bawah. Sehingga atom akan semakin mudah untuk menerima elektron.

Kecenderungan afinitas elektron jika dalam satu periode (dari kiri ke kanan) adalah dengan semakin bertambahnya nomor atom, maka afinitas elektron akan semakin besar. Hal ini karena dari kiri ke kanan jari-jari atom semakin kecil dari kiri ke kanan sehingga atom semakin sulit untuk menerima elektron.


Kereaktifan

Kereaktifan elektron dari atas ke bawah semakin berkurang, hal ini karena jari-jari atom dari atas ke bawah semakin besar sehingga gaya tarik inti atom dengan elektron terluar akan semkain lemah. Kereaktifan juga berbanding terbalik dengan nilai afinitas elektron. Dari atas ke bawah (satu golongan) afinitas elektron halogen semakin kecil, maka kereaktifan halogen semakin berkurang.


Pelajari lebih lanjut

1. Materi tentang mineral brainly.co.id/tugas/3454551

2. Materi tentang unsur brainly.co.id/tugas/946146

3. Materi tentang kelimpahan unsur brainly.co.id/tugas/1205215

4. Materi tentang mineral di alam brainly.co.id/tugas/18508425


-----------------------------------------------------------------------

Mapel : Kimia

Bab : Kimia unsur

Kelas : XII

Semester : 1

Kode : 12. 7. 3

Kata kunci : halogen, golongan VIIA, jari-jari atom, afinitas elektron, kereaktifan



14. Mengapa halogen di alam lebih banyak dalam bentuk senyawa halida (halogen dengan bilangan oksidasi -1)


Halogen di alam banyak ditemukan dalam bentuk senyawa halida karena unsur-unsur halogen merupakan unsur yang sangat reaktif. Unsur-unsur halogen merupakan unsur-unsur kimia yang memiliki konfigurasi elektron hampir penuh yaitu memiliki 7 elektron valensi. Unsur-unsur halogen memiliki kelektronegatifan yang sangat tinggi sehingga memiliki kecenderungan membentuk ion negatif dengan muatan/bilks -1 dan berikatan dengan unsur lain membentuk senyawa halogen yang lebih stabil. Suatu unsur mencapai kondisi stabil jika memiliki konfigurasi elektron menyerupai gas mulia yaitu memiliki elektron valensi berjumlah 2 (duplet) atau 8 (Oktet).

Pembahasan

Halogen merupakan unsur-unsur dengan kelektronegatifan tinggi yang cenderung membentuk anion. Senyawa mengandung halogen banyak ditemukan dikerak bumi dalam bentuk mineral seperti Fluorspar (CaF2), kriolit (Na3AlF6), sodium klorida, sodium iodat dan sebagainya. Air laut yang mengandung garam merupakan sumber utama halogen terutama NaCl, Bromin (Br) dan Iodin (I-).

Dalam sistem periodik, semakin besar nomor atom maka sifat keperiodikan yang dimiliki unsur-unsur halogen bervariasi sebagai berikut:

Jari-jari Atom merupakan jarak antara elektron pada kulit terluar dengan inti atom. Semakin besar nomor atom maka semakin banyak pula kulit elektron sehingga jari-jari atom semakin besar. Dalam golongan halogen, Jari-jari atom meningkat dari F ke At.Afinitas Elektron merupakan energi yang dilibatkan ketika suatu atom menyerap elektron. Dalam satu golongan semakin kebawah jari-jari atom semakin besar, gaya tarik inti semakin kecil sehingga afinitas elektron semakin kecil. Oleh karena itu, Afiitas berkurang dari F ke At.Energi Ionisasi merupakan jumlah energi yang dibutuhkan untuk melepas satu elektron pada kulit terluar. Semakin besar jari-jari atom, semakin jauh elektron dari inti sehingga elektron semakin mudah lepas karena tidak terdampak gaya tarik inti. Oleh karena itu energi ionisasi semakin kecil dari F ke At.Keelektronegatifan merupakan kecenderungan suatu atomu untuk menarik elektron dan membentuk ion negatif. Dalam satu golongan semakin ke bawah kelektronegatifan makin kecil karena berkurangnya gaya tarik inti. kelektronegatifan semakin berkurang dari F ke At.Pelajari lebih lanjutunsur halogen di link brainly.co.id/tugas/8769914Keelektronegatifan di link brainly.co.id/tugas/7893442Keimpahan halogen di link brainly.co.id/tugas/18773429Detail tambahan

Kelas : XII SMA

Mapel : KIMIA

Materi : Kimia Unsur

Kode : 12.7.3

Kata Kunci : Unsur Halogen, Keleelktronegatifan, senyawa halida, kelimpahan unsur


15. mengapa halogen beracun ?


Karena unsur halogen adalah unsur-unsur yang reaktif, hal ini terbukti keberadaan halogen di alam sebagai senyawa. Kereaktifan halogen dipengaruhi oleh keelektronegatifannya. Semakin tinggi keelektronegatifan maka semakin reaktif unsur halogen karena semakin mudah menarik elektron. Kereaktifan halogen juga di pengaruhi oleh energi ikatan halogen.semakin kecil energi ikatan halogen, semakin mudah di putuskan ikatan tersebut sehingga semakin reaktif halogen.

Video Terkait


Posting Komentar untuk "Soal Halogen Dan Pembahasannya"